Khamis, 24 Oktober 2013

Fungsi-fungsi Fish Amino Acid ( FAA )

Fungsi-fungsi Fish Amino Acid ( FAA )

Mengatasi stress

Stress seperti suhu tinggi, kelembapan rendah atau kekeringan, serangan hamama atau serangga, hujan berlebihan ( lembab), banjir dan kekurangan nutrients memberi efek negatif pada metabolisme tanaman dan akan membantutkan kualiti dan penghasilan tanaman.

 Penggunaan amino asid semasa penanaman secara berterusan akan mengubah fisiologi tanaman denagn pengawalan dan penghindaran stress menjadikan pokok sentiuasa dalam keadaan baik dan subur dan berupaya menentang penyakit.


Pengaruh Fotosintesis
Untuk kesuburan pokok, karbohidrat di sintesiskan oleh prosess fotosintesis, pada peringkat fotosintesis yang rendah mengakibatkan pertumbuhan yang lambat dan menyebabkan kebantutan dan kematian tanaman, klorofil adalah molekul yang bertanggung jawab untuk penyerapan tenaga cahaya.

 Glumate acid dan glisine merupakan enzime untuk proses sintesis dan pembentukan klorofil pada daun. Asid amino ini membantu untuk meningkatkan konsentrasi klorofil dan memantapkan proses fotosintesis lebih tinggi. Hal ini membuat tanaman menghijau dan subur bila proses sintesis berlaku secara maksima.


Tindakan pada Stomata

Stomata adalah struktur selular yang mengontrol atau mengawal keseimbangan hydro atau air dalam tanaman, penyerapan unsur makro dan mikro nutrients dan penyerapan udara. 

.Pembukaan dan penutupan stomata dikendalikan oleh dua faktor external (cahaya, kelembaban, suhu dan konsentrasi garam) dan faktor internal (konsentrasi amino asid, abscisic acid dan lain2).

 Stomata akan menutup ketika cahaya dan kelembaban rendah atau kering dan juga jika keadaan suhu dan konsentrasi garam yang tinggi, 

ketika stomata tertutup proses fotosintesis dan transpirasi atau perpeluhan berkurang dan berlaku penyerapan yang rendah pada unsur baja makro dan mikro dan respirasi meningkat yang memerlukan tenaga dari kabohidrat. 

Dalam hal ini keseimbangan metabolisme tanaman adalah negatif. Catabolism ( penguraian protein dan kabohidrat) lebih tinggi dari anabolisme. Ini berarti metabolisme lambat dan menghentikan pertumbuhan tanaman. Asid L-glutamat bertindak sebagai agen osmotic citoplasm dari sel pengawal.
 Penggunaan amino acid akan memudahkan pembukaan stomata dengan pengawalan dari keseimbangan catabolism.

Chelating Effect Amino Acid

Amino acid merupakan agen chelating atau pengurai untuk micronutrients. Penggunaan bersama atau sebagai siraman atau campuran dalam tangki baja memudahkan, penyerapan dan transportation zat2 micro nutrients oleh akar dan pokok. 

Effect ini disebabkan tindakan asid dapat mengawal serapan dan permiability cell membrane dengan pertolongan dari acid L - Glycine dan L - glutamate yang terkenal sebagai chelating agen yang sangat effective.

Amino Acid dan & phytohormones

Amino acid merupakan precussor atau aktivator dari phytohormones dan zat pertumbuhan. L - Metionine merupakan precussor dari ethylene dan faktor pertumbuhan seperti Espermine dan Espermidine, yang di synsthesized dari 5 - Adenosyl Metionine. L - Triptophane ( sebahagian dari AA) adalah precussor untuk sintesis Auksin. 

Triptophane tersedia hanya jika hidrolisis protein dilakukan oleh enzim.

Pendebungaan dan Pembentukan Buah.

Pendebungaan adalah perpindahan debunga ke bunga putik buah, sehingga terjadinya pembentukan buah . 

L – Proline ( komponen AA) membantu dalam kesuburan pollen. L - Lysine, L - Metionine, L - glutamate adalah komponen amino asid yang esential untuk pendebungaan. Amino asid meningkatkan kadar pembentukan debunga dan pembesaran kantung polen.

Keseimbangan Microbes Tanah

Keseimbangan microbe tanah pertanian merupakan asas yang baik untuk penguraian dan peroses mineralisation untuk menguraikan bahan organik dan juga structure tanah untuk melepaskan unsur baja pada pokok dalam bentuk yang mudah di serap. 

L-metionine salah satu komponen dari AA adalah faktor pertumbuhan precussor yang menstabilkan dinding sel microbes dalam proses penguraian.